Subscribe:

Wednesday, March 5, 2014

Pak Habibie Sang Teladan Bangsa


                                  
Pak Habibie dengan nama lengkap Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie adalah Presiden Republik Indonesia ketiga dilahirkan di Pare-Pare,Sulawesi Selatan tepatnya 25 Juni 1936.Beliau merupakan anak keempat dari pasangan  Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.Habibie yang menikah dengan Ibu Ainun pada tanggal 12 Mei 1962 dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.Pak Habibie kecil hidup tumbuh di kota Pare-Pare kemudian pada waktu SMA ia pindah ke Bandung dan bersekolah di SMAK Dago.Disekolah inilah beliau berjumpa dengan ibu Ainun.

Setelah lulus sekolah ,ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Teknik UI jurusan teknik mesin.Dengan segala keterbatasan beliau melanjutkan kuliahnya di luar negeri tepatnya di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH) mengambil jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang.Dengan tekad yang kuat beliau terus bekerja dan belajar keras terus menerus untuk meraih kesuksesan dan untuk berbakti nusa dan bangsa.Kemudian ia lulus,selama musim liburannya beliau bukan berlibur tetapi malah terus belajar,semua kegiatan yang tidak penting tidak diikuti,sehingga ia dapat mengambil gelar Insinyur dan Pak Habibie mendapat gelar Diploma Ing dari Technishche Hochschule pada tahun 1960 dengan predikat cumlaude atau nilai diatas rata-rata.

Dengan gelarnya itu ia melamar kerja ke Firma Talbot sebuah industri kereta api Jerman.Beliau juga mendapat gelar Dr.Ingenieur  pada tahun 1965 dan mendapat predikat Summa Cumlaude dengan nilai rata-rata 10.Pak Habibie juga menemukan sebuah rumus yaitu Faktor H,rumus yang digunakan untuk menghitung keretakan pesawat sampai ke atom-atom terkecil,sehingga beliau sering dijuluki Mr.Crack.Sungguh bangga rasanya punya anak bangsa seperti beliau ini,yang memiliki berbagai deret prestasi.

Banyak hal yang dapat kita contoh dari sifat Pak Habibie.Pertama, Pak Habibie adalah sosok yang gigih yang tetap teguh memegang pendiriannya buktinya adalah ketika banyak bangsa asing mengolok dan meremehkan bangsa Indonesia karena akan membuat pesawat sendiri,tetapi Pak Habibie tetap melanjutkan rencana membangun PT.Dirgantara industri pesawat terbang Indonesia dan membuat pesawat CN-235 dan N-250.


Kedua,Pak Habibie juga seorang yang tekun dan ulet,beliau selalu belajar dengan sungguh-sungguh dan selalu teratur dalam belajar.Beliau di Jerman selalu belajar sampai malam,disaat pemuda-pemudi lain berlibur saat liburan sedangkan beliau tetap belajar disaat liburan,ini adalah sikap yang harus di contoh oleh setiap anak Indonesia agar bangsa kita dapat maju dengan mencontoh sikap beliau.


Ketiga adalah sikap yang terus maju walau badai hidup terus menyerang beliau,Pak Habibie banyak dirundung masalah,beliau terus maju dan berjalan terus seperti air mengalir,saya masih ingat pada waktu menonton film Pak Habibie dan Ibu Ainun,Pak Habibie pulang kerja pada waktu musim salju,demi menghemat uang beliau jalan kaki pulang kerumahnya.Ini menggambarkan pak Habibie terus berjalan walau banyak masalah.


Keempat,Pak Habibie adalah sosok yang rendah hati,ramah dan bersahaja,biarpun beliau pintar dan memiliki kekayaan tapi beliau selalu tersenyum dan suka bergaul dan berbaur dengan siapa saja.Kelima,pak Habibie adalah sosok ayah dan sekaligus suami yang baik untuk keluarga dan istrinya,kita dapat melihat kehidupan yang harmonis dalam keluarga pak Habibie dan Ibu Ainun yang selalu bersama biarpun diakhir hidup Ibu Ainun Pak Habibie selalu setia mendampingi istri kesayangannya.Pak habibie adalah sosok yang tegas bagi kedua anaknya yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.


Masih banyak yang dapat kita contoh dari sosok Bacharuddin Jusuf Habibie,semoga di Indonesia tercinta kita ini lahir lagi BJ.Habibie kecil lainnya yang terus berkarya dan berprestasi membangun bangsa kearah kemajuan dan memperbaiki pola pikir masyarakat Indonesia bahwa Indonesia dapat berkarya di kanca Internasional dan memiliki rasa kebanggaan terhapat tanah airnya sendiri.


Artikel ini ikut dalam Yang Muda Punya Cerita persembahan dari Penerbit Tiga Serangkai

Artikel Terkait:

0 komentar: